Kamis, 21 November 2019

Tak Seperti Senja Kemaren


SAAT ITU

            "Semua seperti angin, angin yang lembut. Waktu yang kosong telah terisi dengan gurauan seseorang yang baru saja terlahir didunia. Semua telah berbeda. Tentang perasaan itu, aku melupakannya. Andai aku tak melewati itu maka aku sendiri tidak akan bertemu dengan seseorang. Seseorang yang menjadi bagian hidupku"


Saat itu, sepulang dari rumah Pak Alwi langsung mengantarku untuk pulang ke rumah. Aku melihat dengan jelas banyak orang yang ramai disana. Saatku lihat tiang rumah ada bendera kuning yang sedang dikibarkan. Siapa yang meninggal? Tuhan mengapa demikian?
“Pak Alwi”. Seperti tadi Pak Alwi hanya diam dan menunduk. Siapa? Siapa? Siapa?Selesai Pak Alwi memakirkan mobil di halaman rumah aku berlari segera masuk ke dalam rumah.
“Ayaaaah” teriakku kencang
Aku kehilangan satu sosok yang paling aku sayangi. Tuhan mengapa demikian? Mengapa kau begitu jahat?Tentang hatiku, aku merasa bahwa dunia berbalik 180 derajat dalam diriku. Aku tak ingin memperbanyak pertanyaan, yang jelas adalah tulisan Tuhan yang cantik mengenai hidupku, aku hanya bisa percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Bahwa rasa sakit yang ku alami ini akan berakhir adanya.
            Satu hari telah berlalu saat dimana aku kehilangan satu sosok yang paling aku sayangi, ayah. Pergi ke sekolah menurutku adalah hal yang sedang tidak ingin aku lakukan sama sekali.  Aku menyibukkan diri untuk membereskan kamar ayah, atau sekedar melihat foto ayah. Kupegang, ku peluk erat-erat bagaikan tubuh ayah yang saat ini sedang ku peluk. Perlahan airmataku menetes tak beraturan. Kenangan tentang ayah masih sangat melekat dalam otakku. Biasanya di pagi hari ia akan sibuk dengan baju hijaunya, namun kini itu hanya sebagai pengindah ruangan saja. Ayah, aku rindu.
“Senja, kamu nggak apa-apa?” Tanpa kusadari mama datang dan memegang pundakku.
“Nggak apa-apa ma” ku yakinkan mama untuk kesekian kalinya mama bertanya.
Mama memelukku. Aku tau dalam hal ini sebenarnya mamalah yang paling sakit. Ditinggal oleh seseorang yang sangat ia sayangi. Aku melihat dengan jelas matanya yang seperti baru saja mengeluarkan air mata. Namun, sekali lagi aku katakan dalam diriku bahwa aku tidak ingin terlihat rapuh didepan mama.

HILANG

Kematian ayah membuatku dan mama merasa kehilangan satu sosok dalam hidup kami yang sangat bersahaja. Ia adalah orang yang sangat peduli denganku. Dan mengenai itu aku hanya pasrahkan semua kepada Penciptaku.
Setelah kematian ayah, semua terasa sangat berubah. Perasaan, kehidupan, juga nasib semua telah berganti. Sampai pada suatu ketika bahwa aku menyadari bahwa hidup tidak selalu berada diatas. Melainkan pada suatu ketika roda juga akan berputar kebawah. Kemiskinan yang saat ini ku jalani bersama dengan ibu. Menyadarkanku bahwa dalam segala hal aku harus terus bersyukur.
Seminggu setelah ayah meninggal, ibu memutuskan untuk pindah ke Yogyakarta. Aku benar tidak yakin tentang itu. Tapi apa boleh buat. Semua telah diatur sedemikian rupa oleh ibu. Sehingga dihari ke delapan esok, benar-benar aku akan kembali ke Yogyakarta.
Tentang Awan, aku tidak pernah tahu bagaimana kabarnya. Ada banyak panggilan dari teman-temanku. Namun, apa dayaku aku tak ingin membuat ibuku bersedih dengan banyak pertanyaan yang timbul dari teman-temanku. 
Saat ku ingat kembali, saat ku bilang bahwa aku menyukai Yogyakarta sebagai kota romantis saat itu kini aku berubah haluan aku menyukai Jakarta dengan kenangan romantis itu. Awan.
Benar, Senja telah meninggalkan awan. Namun kenangan mereka akan selalu bersama dengan senjanya hari. Boleh jadi, jika Tuhan mengijinkan aku bisa sekedar bertemu kembali dengannya. Dan dengan menanti hari itu akan terisi semua hari-hariku bersama dengan yang lain. Bi Iyem, Pak Alwi dan teman- teman terima kasih. Dan tentang perasaan itu, hanya Tuhan dan aku yang tahu.

Selamat tinggal Jakarta. Terima kasih untuk bertemu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CATATANNYARAMADHAN "The World of The Married"

The World of The Married   Akhir-akhir ini banyak orang membicarakannya salahsatu drama korea ini. Semangat nonton drama korea. Yang seked...