Selasa, 19 November 2019

Meningkatkan Kinerja Kepala Sekolah Selaku Supervisor Dengan Motivasi Kinerja Pengawas Sekolah

Pendidikan merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam membangun bangsa yang besar. Dengan pendidikan seseorarng bisa mengubah kondisi yang lebih baik. Pendidikan juga tidak terlepas dari peran supervisor dalam melakukan pengawasan. supervisor ini adalah kepala sekolah, pemilik, dan pengawas. Peran tiga supervisor tersebut sangat vital bagi pengembangan sekolah di era globlal di era sekarang. Jika ketiganya bisa bekerja sama secara aktif dan sinergis maka akan mampu menciptakan perubahan dahsyat dalam dunia pendidikan(Ma’mur, 2012:51).
Tahun pelajaran 2014-2015 bagi sebagian guru adalah tahun yang sulit dan melelahkan, karena tepat di awal tahun ajaran tersebut semua lembaga pendidikan dari setiap jenjang dari Sekolah dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA) harus menerapkan Kurikulum 2013(Iwantoro, 2016:2) .
Namun, dari pelaksanaan kurikulum tersebut banyak ditemukan kendala. Menurut Damai dan Rumawan(2013:03), sejumlah kendala yang dapat ditemui dalam pelaksanaannya, antara lain terkait dengan anggaran, kesiapan pemerintah dalam menyiapkan perangkat kurikulum, kesiapan guru, sosialisasi, dan distribusi buku. Di antara semua daftar di atas, masalah utama yang sangat menghambat adalah kesiapan guru sebagai kunci keberhasilan implementasi kurikulum ini. Kunci keberhasilan kurikulum ini juga dipengaruhi oleh persepsi guru tentang hambatan dan dukungan implementasi Kurikulum 2013.
Sehingga, tahun 2014 pemerintah melaksanakan kurikulum 2006 kembali dengan mempertimbangkan berbagai alasan. Seperti yang termuat dalam pasal 1 Permendikbud, yang menyatakan bahwa satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan lkurikulum 2013 sejak semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan kurikulum 2006 mulai semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari kementrian untuk melaksanakan kurikulm 2013(Detiknews,2014:1)
Dari kendala-kendala tersebut, seorang supervisor selalu dituntut untuk memberikan pelayanan secara optimal. Utamanya adalah kepala sekolah, yang selalu hadir dan turut berada di satu lingkup dengan para pelaku pendidikan(siswa, pendidik, dan tenaga pendidik). Sehingga, permasalahan yang dihadapi akan lebih cepat terdengar dan diselesaikan. Dalam hal ini, Seorang kepala sekolah harus memiliki motivasi kerja yang baik, dengan demikian saat melakukan pelayanan maupun pengawasan peran, tugas maupun tanggungjawab dapat dilaksanakan dengan baik. Jika motivasi kinerja supervisor rendah,akan berakibat pada penurunan produktivitas organisasi. Oleh karena itu, perlu adanya motivasi kinerja kepala sekolah yang efektif.


PEMBAHASAN
Pengertian dan tujuan supervisi pembelajaran
Secara terminologis, supervisi pembelajaran sering diartikan sebagai serangkaian usaha bantuan kepada guru. Terutama bantuan yang berwujud layanan profesional yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas serta supervisor lainnya untuk meningkatkan proses dan hasil belajar(Imron, 2015: 8). Sehingga, dengan jelas supervisor merupakan orang yang memiliki keahlian dalam(kepala sekolah, pemilik, pengawas, dan ahli lainnya) memberikan layanan profesional agar meningkatkan kualitas dan proses belajar disuatu sekolah, sehingga tujuan pendidikan tercapai. Menurut Djajadisastra dalam Imron(2015:11)tujuan dari Supervisi pembelajaran sendiri yakni:
1.      Memperbaiki tujuan khusus mengajar guru dan belajar siswa
2.      Memperbaikai materi(bahan) dan kegiatan belajar mengajar,
3.      Memperbaiki metode, yaitu cara mengorganisasi kegiatan belajar mengajar,
4.      Memperbaiki penilaian atas media,
5.      Memperbaiki penilaian proses belajar mengajar dan hasilnya.
6.      Memperbaiki pembimbingan siswa atas kesulitan belajarnya,
7.      Memperbaiki sikap guru atas tugasnya.

Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor
   Dalam menjalankan tugas sebagai supervisor, seorang kepala sekolah harus memiliki pengetahuan yang cukup. Dengan pengetahuan yang cukup dalam menghadapi maupun memberikan pembinaan dan pengawasan, supervisor akan lebih mudah dalam menjalankan tugasnya.Kepala sekolah sebagai supervisor berfungsi sebagai pengawas, pengendali, pembina, pengarah, dan pemberi contoh bagi para guru dan karyawannya disekolah(Ma’mur, 2012:52).
   Selain itu kreativitas kepala sekolah sangat dibutuhkan. Ide kreatifnya diperlukan untuk membuat perencanaan, menyusun organisasi sekolah, memberikan pengarahan sampai dengan pengambilan keputusan. Menurut Permen PAN dan RB No.21 Tahun 2010 Pasal 5, tugas pokok pengawas sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan delapan Standar Nasioanal Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus(Barnawi dan Arifin, 2014: 28).
Menururt Ma’mur(2012: 53-55) tugasatau peran kepala sekolah adalah sebagai berikut:
1.      Merencanakan program tahunan sekolah yang mencakup program pengajaran, kesisiwaan, kepegawaian, keuangan, dan penyediaan fasilitas-fasilitas.
2.      Merencanakan program akademik yang fokus pada persiapan program pengajaran. Program ini meliputi penyediaan kebutuhan guru, pembagian tugas mengajar, dan pengadaan berbagai fasilitas, di antaranya penambahan laboratorium, lapangan olah raga, ekstrakurikuler, dan lain sebagainya.
3.      Merencanakan program yang kaitannya dengan kesiswaan. Progam ini meliputi penerimaan siswa baru, sistem seleksi siswa, jumlah siswa yang akan diteima, dsb.
4.      Merencanakan bidang kepegawaian yang berkaitan dengan penerimaan guru bantu, pengadaan berbagai program yang bertujuan meningktakan pendidikan dalam strategi pembelajaran dan pelatihan, workshop, dan kegiatan lain yang beupaya membina guru dan karyawan agar lebih profesioanl menjalankan tugas.
5.      Dalam bidang pengadaan dana bagi keseluruhan administrasi pendidikan, tugas kepala sekolah diantaranya mengatur pemberian gaji bagi seluruh pegawau sekolah, mengajukan penambahan dana kepada pihak pemerintah, yayasan, dan lain sebagainya.
6.      Merencanakan bidang sarana dan prasarana yang mencakup perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana sekolah, seperti lapangan, alat-alat laboratorium untuk praktik siswa, dsb.

Permasalahan atau Kendala Pelaksanaan Supervisi Sekolah
 Pengawas sekolah berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang telah di tetapkan(Barnawi dan Arifin, 2014:26). Dalam hal ini, pelaksanaan supervisi sekolah juga mengalami permasalahan atau kendala, diantara permasalahan tersebut yakni:

1.      Kurangnya Gairah Keilmuan Guru,
Kurangnya gairah keilmuan guru inii tentunya menjadi kendala utama pengembangan kualitas guru. Tentu ini akan menjadi pekejaan yang berat karena bentuknya mengubah mindset, mental, dan kesadaran guru yang sudah terbentuk lama atau bawaan lahir.
2.      Pemimpin yang Kurang Berwibawa
Selain permasalahan pelaksanaan supervisi pembelajaran berasal dari guru, permasalahan tersebut juga bisa berasal dari supervisor sendiri. Salh satunya adalah kurangmya kewibawaan dalam memimpin, padahal dengan kewibawaan seseorang mampu menggerakan secara alami dengan kekuatan spriritualnya. Kewibawaan bisa muncul dengan kejujuran, konsistensi(istiqamah) dalam menerapkan aturan, tidak pandang bulu, dan selalu mempertanggungjawabkan sikap dan perbuatan yang dilakukan(Ma’mur,2012:170).
3.      Lemahnya Kreativitas
Dalam melaksanakan supervisi pembelajaran, seorang supervisor harus memiliki kreativitas tinggi. Supervisor harus jeli dan teliti dalam membaca masalah, melakukan analisis, mencari penyebab permasalahan dan memberikan penyelesaian. Belum banyak supervisor memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Disinilah peran supervisor dalam meingkatkan kompetensi secara profesional.
4.      Mengedepankan Formalitas, Mengabaikan Esensi.
Banyak supervisor yang melakukan pekerjaannya hanya karena sebuah formalitas kerja, mereka cenderung tidak serius bahkan asal-asalan. Untuk itu dibutuhkan kerjasama yang lebih baik dalam menghadapi seorang supevisor yang melaksanakan pekerjaan karena formalitas saja. Tentunya pemberian motivasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja seorang supervisor, selain itu adanya pengawasan dari pihak yang lebih tinggi(yayasan, Kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama, Camat, Bupati, dsb.) akan menekan hal tersebut.
5.      Kurangnya Fasilitas
Fasilitas sekolah merupakan penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan fasilitas yang baik, maka kegiatan belajar mengajar siswa juga akan baik. Fasilitas yang lengkap identik dengan sekolah yang maju, kuat pendanaannya, atau sekolah negeri yang dijamin oleh pemerintah. Kendala tersebut seharusnya memberikan tantangan menarik praktisi pendidikan untuk menjawabnya dengan baik. Supervisi adalah salah satu cara dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas lembaga pendidikan. Wajib hukumnya bagi setiap elemen sekolah, khususya supervisor, guru, karyawan dan stakeholder, untuk aktif mengembangkan lembaga pendidikan dengan langkah-langkah yang dinamis, kreatif, dan edukatif(Ma’mur,2012:178).

Motivasi Kinerja Kepala Sekolah Sebagai Pengawas Sekolah
Menurut  Baranawi dan Arifin(2014:109) motivasi kinerja pengawas sekolah adalah upaya untuk memberikan dorongan kepada pengawas sekolah agar bekerja sesuai standar atau bahkan melebihi standar kinerja yang telah ditetapkan. Motivasi kinerja sengaja diprogram memiliki empat tahap sebagai berikut:
1.      Penetapan standar kinerja
Penetapan standar kinerja didasarkan atas pertimbangan akal sehat dan data yang seakurat mungkin. Standar kinerja yang dimaksud ialah tingkat minimum kinerja yang harus dicapai. Untuk menetapkan standar kinerja perlu melibatkan pengawas sekolah itu sendiri agar muncul rasa tanggung jawab di antara mereka yang menjalankanya. Selain itu, untuk memudahkan dalam pengukurannya, standar kinerja sebaiknya dinyatakan dalam bentuk kuantitatif.
2.      Audit Kinerja
Audit kinerja dilaksanakan untuk mengetahui seberapa baik suatu pekerjaan telah dilaksanakan. Hail audit akan menjadi dasar dalam memberikan umpan balik dan motivasi kinerja kepada guru. Dalam hal ini kepala sekolah akan turut serta dalam proses auditi. Selain sebagai cerminan dalam bertindak, audit kerja akan memberikan motivasi yang tinggi untuk menghadapi permasalahan kedepannya.
3.      Pemberian umpan balik secara langsung
Umpan balik merupakan kegiatan untuk memberikan data-data terkait pekerjaan pengawas sekolah kepada pengawas yang bersngkutan untuk memantau pekerjaanya sendiri. Harapannya, pengawas sekolah yakni kepala sekolah dapat mengetahui perkembangan kinerjanya dari waktu ke waktu. Umpan balik hendaknya di berikan secara langsung dan berkesinambungan agar menjadi bahan renungan bagi pengawas sekolah itu sendiri.
4.      Pemberian motivasi kinerja
Setelah umpan balik dilakukan, baru kemudian dilakukan upaya pemberian motivai kinerja. Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa motivasi tidak dapat dipisahkan dari istilah kebutuhan (needs), baik bersifat fisiologis maupun bersifat psikis. Motivasi untuk bekerja lebih baik adalah kebutuhan-kebutuhan(needs) yang menimbulkan sutau tindakan perbuatan (behaviour) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut(goals).
Upaya meningkatkan kualitas kinerja pengawas sekolah tidak akan efektif selama organisasi pengawas belum menunjukan ciri sebagai organisasi pembelajar. Menurut Enos dalam Barnawi dan Arifin(2014:113) menyatakan bahwa titik awal dari upaya peningkatan kinerja adalah perlunya menjadikan organisasi sebagai pembelajar. Organisasi pembelajar ialah organisasi yang terus mentransformasi diri dalam artian tidak pernah berhenti belajar, beradaptasi, dan berubah demi menjawab tantangan zaman.


KESIMPULAN
            Untuk meningkatkan kinerja kepa sekolah sebagai pengawas atau supervisor pembelajaran maka dibutuhkan sebuah motivasi atau dorongan positif. Dorongan tersebut dapat berupa audit kinerja, pemberian umpan balik, maupun motivasi. Dengan adanya audit kinerja diharapkan kepala sekolah dengan bersama-sama para guru atau karyawan dapat saling memperbaiki peran dan tugas dalam melaksanakan peningkatan kinerja. Fungsi dari adanya umpan balik adalah sebagai bentuk motivasi yang menimbulkan kepekaan dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah. Pemberian motivasi yang secara terus menerus diberikan akan memperkuat kinerja seorang pengawas. Dengan demikian, tujuan pendidikan disekolah akan terealisasikan.







DAFTAR PUSTAKA


Barnawi dan Arifin, M. 2014. Meningkatkan Kinerja Pengawas Sekolah, Upaya Upgrade Kapasitas Kerja Pengawas. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA
Detiknews. 2014. “ Kurikulum 2006 dan 2013 Resmi Berlaku 12 Desember”. 17 Desember. Jakarta.
Imron, A. 2015. Supervisi Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Iwantoro. 2016. “Kompetensi Kepela Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Mencapai Tujuan Pendidikan”. Jurnal Supervisi Pendidikan.
Ma’mur, J. 2012. Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah. Jogjakarta: DIVA Press.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CATATANNYARAMADHAN "The World of The Married"

The World of The Married   Akhir-akhir ini banyak orang membicarakannya salahsatu drama korea ini. Semangat nonton drama korea. Yang seked...