Senin, 04 November 2019

Menerima Adalah Jalan yang Sebenarnya




Kira-kira dimulai empat hari yang lalu kota yang saya singgahi mulai turun hujan. Hal ini sangat menggembirakan bagi banyak orang utamanya mahasiswa dengan aneka ragam status whatsapp yang mereka buat. Pasalnya, beberapa gunung yang ada disini terbakar karena cuaca yang panas. Kembali ke topik, hujan mengakibatkan jalanan menjadi becek karena genangan air, tak hanya itu kita bisa melihat bagaimana nyamuk bertelur disembarang tempat yang tergenang air (mungkin botol yang kamu buang sembarangan turut menjadi salahsatunya). Jalanan yang becek membuat kita harus memilih jalan yang aman. Jalan yang aman? 


Saat melewati jalanan belakang kampus yang mana tengah diperbaiki dengan berbagai bebatuan berbentuk persegi panjang yang kira-kira ukurannya sebesar 15x5cm (sungguh aku tidak tau apanamanya). Perbaikan memang belum selesai, akibatnya saya harus melawan jalan tanah yang becek dan tergenang air untuk mendapatkan jalan yang aman. Setelah melewati jalan tanah yang becek, sayapun harus berjalan pada jalanan yang sempit yang sudah berbatuan persegi panjang untuk tidak melewati jalan berpasir (yang pasti sepatu saya akan lebih kotor). Saat perjalanan itu terjadi, otak saya merekam sebuah jejak yang memang sebaiknya kita lalui. Tiba-tiba dalam hati saya menyebutkan demikian: “Temui jalan berkelok, becek atau kamu menyebutnya menyebalkan untuk mendapatkan jalan yang sebenarnya”. Hal itu lantas membuat saya berfikir kembali, apa maksudnya dari otak saya yang sering mengalirkan kata-kata ini?

Kita bisa membuat diri kita mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan. Caranya pun sangat mudah bahkan banyak orang yang akan mengatakannya. Bergerak temui jalan yang sebenarnya. Tuhan memang Maha Adil, tentu kita seing mendengar bahwa saat kita berusaha keras akan sesuatu yang kita inginkan, kita pasti akan menemui hasil yang kita inginkan tersebut. Namun pernahkah kita berfikir? Benarkah kita akan mendapatkannya? Disini saya tidak berusaha untuk menakuti, hanya ingin membuat kalian tau untuk memulai menata fikiran bahwa kesedihan, rasa sakit apa yang akan kita berikan agar apa yang kita inginkan benar-benar terwujud. Ini yang harus kita rancang dalam benak kita.

Sering kita berspekulasi bahwa ketika kita ingin meraih A akan mendapatkan hal yang sesuai kita inginkan tersebut dari usaha kita. Namun hal ini belum tentu (jangan lupa bahwa kita memiliki takdir). Ketika kita ingin meraih A namun kenyataannya justru membawa kita pada D. Hal ini mungkin menyakitkan karena tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi ada hal besar yang harus kita bangun. Menerima. Saat kita menerima lingkungan atau pilihan dari Tuhan “D” tersebut sebenarnya jalan itulah yang sebenarnya untuk kita. Saya tidak berbicara bahwa anda harus menyerah. Jalan yang kita tempuh memang tidaklah mudah, penuh tantangan bahkan mungkin kita akan menangis. Namun, saat kita mengetahui gagal meraih A dan kita mendapatkan “ganti” D tentu hal utama yang harus kita lakukan adalah menerima. Lingkungan dimanapun, sebenarnya jika menerima dengan segenap hati lingkungan tersebut akan membuat jiwa kita menjadi tenang dan kitapun bisa berkembang dengan baik. Sukses tidak selalu berkaitan dengan jalan yang kita inginkan, karena kita harus benar-benar mengetahui bahwa setelah berusaha menemui jalan yang panjang, berkelok-kelok dan keras kita ditempatkan pada satu tempat yang spesial untuk kita.

Yang saya inginkan dalam tulisan ini adalah kita bersama-sama bisa menemukan jalan yang sebenarnya untuk kita. Tak melulu jalan itu sesuai dengan apa yang kita inginkan, karena jalan yang sebenarnya jauh membuat kita belajar banyak hal. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CATATANNYARAMADHAN "The World of The Married"

The World of The Married   Akhir-akhir ini banyak orang membicarakannya salahsatu drama korea ini. Semangat nonton drama korea. Yang seked...