Kira-kira dimulai empat hari
yang lalu kota yang saya singgahi mulai turun hujan. Hal ini sangat
menggembirakan bagi banyak orang utamanya mahasiswa dengan aneka ragam status whatsapp yang mereka buat. Pasalnya, beberapa
gunung yang ada disini terbakar karena cuaca yang panas. Kembali ke topik,
hujan mengakibatkan jalanan menjadi becek karena genangan air, tak hanya itu
kita bisa melihat bagaimana nyamuk bertelur disembarang tempat yang tergenang
air (mungkin botol yang kamu buang sembarangan turut menjadi salahsatunya).
Jalanan yang becek membuat kita harus memilih jalan yang aman. Jalan yang aman?
Saat melewati jalanan
belakang kampus yang mana tengah diperbaiki dengan berbagai bebatuan berbentuk
persegi panjang yang kira-kira ukurannya sebesar 15x5cm (sungguh aku tidak tau
apanamanya). Perbaikan memang belum selesai, akibatnya saya harus melawan jalan
tanah yang becek dan tergenang air untuk mendapatkan jalan yang aman. Setelah
melewati jalan tanah yang becek, sayapun harus berjalan pada jalanan yang
sempit yang sudah berbatuan persegi panjang untuk tidak melewati jalan berpasir
(yang pasti sepatu saya akan lebih kotor). Saat perjalanan itu terjadi, otak
saya merekam sebuah jejak yang memang sebaiknya kita lalui. Tiba-tiba dalam
hati saya menyebutkan demikian: “Temui jalan berkelok, becek atau kamu
menyebutnya menyebalkan untuk mendapatkan jalan yang sebenarnya”. Hal itu
lantas membuat saya berfikir kembali, apa maksudnya dari otak saya yang sering
mengalirkan kata-kata ini?
Kita bisa membuat diri kita
mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan. Caranya pun sangat mudah bahkan
banyak orang yang akan mengatakannya. Bergerak temui jalan yang sebenarnya. Tuhan
memang Maha Adil, tentu kita seing mendengar bahwa saat kita berusaha keras
akan sesuatu yang kita inginkan, kita pasti akan menemui hasil yang kita
inginkan tersebut. Namun pernahkah kita berfikir? Benarkah kita akan
mendapatkannya? Disini saya tidak berusaha untuk menakuti, hanya ingin membuat
kalian tau untuk memulai menata fikiran bahwa kesedihan, rasa sakit apa yang
akan kita berikan agar apa yang kita inginkan benar-benar terwujud. Ini yang
harus kita rancang dalam benak kita.
Sering kita berspekulasi
bahwa ketika kita ingin meraih A akan mendapatkan hal yang sesuai kita inginkan
tersebut dari usaha kita. Namun hal ini belum tentu (jangan lupa bahwa kita
memiliki takdir). Ketika kita ingin meraih A namun kenyataannya justru membawa
kita pada D. Hal ini mungkin menyakitkan karena tidak sesuai dengan apa yang
kita inginkan, tapi ada hal besar yang harus kita bangun. Menerima. Saat kita
menerima lingkungan atau pilihan dari Tuhan “D” tersebut sebenarnya jalan
itulah yang sebenarnya untuk kita. Saya tidak berbicara bahwa anda harus
menyerah. Jalan yang kita tempuh memang tidaklah mudah, penuh tantangan bahkan
mungkin kita akan menangis. Namun, saat kita mengetahui gagal meraih A dan kita
mendapatkan “ganti” D tentu hal utama yang harus kita lakukan adalah menerima.
Lingkungan dimanapun, sebenarnya jika menerima dengan segenap hati lingkungan
tersebut akan membuat jiwa kita menjadi tenang dan kitapun bisa berkembang
dengan baik. Sukses tidak selalu berkaitan dengan jalan yang kita inginkan,
karena kita harus benar-benar mengetahui bahwa setelah berusaha menemui jalan
yang panjang, berkelok-kelok dan keras kita ditempatkan pada satu tempat yang
spesial untuk kita.
Yang saya inginkan dalam
tulisan ini adalah kita bersama-sama bisa menemukan jalan yang sebenarnya untuk
kita. Tak melulu jalan itu sesuai dengan apa yang kita inginkan, karena jalan
yang sebenarnya jauh membuat kita belajar banyak hal. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar