Selasa, 19 November 2019

Moral Sebagai Tanggungjawab Bersama





Manusia merupakan makhluk bermoral. Setiap manusia memiliki sikap, pengetahuan, karakter, perilaku, juga cara bertindak yang berbeda-beda. Sebab dengan perbedaan itulah manusia dengan manusia yang lain akan saling memahami, mengisi juga mendukung satu sama lain. Perilaku bermoral sebagai bagian dari hidup manusia, tidak bisa lepas dari pengawasan manusia lain. Hal ini karena manusia yang hidup bermasyarakat dan dalam masyarakat sendiri memiliki peraturan atau hukum tersendiri, baik tertulis maupun tidak tertulis. Dan perilaku bermorallah yang dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa juga bernegara.
Di Indonesia, perilaku bermoral sangat dijunjung tinggi sebagai bagian dari warisan budaya negara. Namun, seiring dengan berjalannya waktu generasi muda saat ini telah kehilangan jati diri untuk menjaga dan mempertahankan perilaku maupun karakter bangsa Indonesia. Terjadinya kasus pemerkosaan oleh siswa sekolah dasar, pencurian, aksi mabuk-mabukan, aksi tawuran antar pelajar sekolah merupakan perilaku amoral yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar berperilaku maupun bertindak masyarakat Indonesia. Banyaknya kasus perilaku amoral generasi bangsa ini, seharusnya menjadi tamparan keras bahwa terjadi kemosrotan nilai-nilai moral pada generasi muda bangsa. Dengan demikian, menjadi kewajiban bagi semua khalayak bangsa untuk menjaga moralitas generasi muda Indonesia.
Perlu disadari bahwa penyimpangan perilaku bukan karena kodrat alami, tetapi perlawanan terhadap kodrat. Kecelakaan kodrat dan pemerkosaan kodrat. Akhirnya, menjadi tidak kodrati, tidak alami, dan tidak natural. Karena itu, wajar bilaperbuatan yang bertentangan dengan aslinya manusia dan manusia aslinya, akan berhadapan dengan perasaan berdosa, ketidaknyamanan, ketetanraman, dan ketidakbahagiaan hidup (Mursidin, 2011:6). Menurut Edward Wyne dalam Musidin (2011:6), mengatakan bahwa 95% kemungkinan kita semua tahu mana perbuatan baik dan buruk. Hanya masalahnya tidak memiliki keinginan kuat atau komitmen untuk mewujudkan yang baik dalam kenyataan.
Menurut Zakky, moral (bahasa latinmoralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya, dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif dimata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hak mutlak yang harus dimiliki oleh manusia (http://www.zonareferensi.com, online 14 Agustus 2018).
Menurut saya, moral merupakan baik buruknya perilaku atau watak seseorang yang diharapkan oleh masyarakat yang mana mengikat pada diri seseorang dalam bermasyarakat. Sehingga setiap masyarakat saling terikat untuk menjaga nilai-nilai moral baik dalam dirinya, maupun masyarakat.

Pendidikan Moral Sebagai Kewajiban Bersama
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi sebagai mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat guna mencerdaskan kehidupan bangsa(Kurniawan, 2017:25).
Moral sebagai bagian dari pendidikan karakter menjadi bagian penting yang harus diperhatikan oleh semua khalayak.  Keluarga sebagai unsur terkecil, masyarakat juga sekolah sebagai ladang mencari ilmu harus turut andil dalam menjunjung tinggi pendidikan moral pada anak.
Sebagai lingkungan pendidikan yang paling dekat dengan anak, kontribusi lingkungan keluarga terh  adap kesuksesan pendidikan karakter cukup besar. Dari kedua orangtua, untuk pertama kalinya seorang anak mengalami pembentukan watak (kepribadian) dan mendapatkam pengarahan  Keluarga yang harmonis, rukun, dan damai akan mempengaruhi kondisi psikologis dan karakter seorang anak. Begitupun sebaliknya, anak yang kurang berbakti bahkan melakukan tindakan diluar moral kemanusiaan, dibidani oleh ketidakharmonisan dalam keluarga(Kurniawani, 2017:64).
Menurut saya,  dalam lingkungan keluarga, ibu merupakan faktor penting sebagai pengajar sejati untuk anak-anaknya. Sebab, seorang ibu memiliki ikatan batin yang lebih kuat dan waktu relatif lebih lama untuk mengajakan pendidikan dibandingkan dengan sang ayah. Oleh karena itu, mengajarkan perilaku positif sedini mungkin pada anak akan membantu masa pertumbuhannya untuk menjadi generasi yang baik. Meskipun ikatan batin ibu dengan ayah berbeda, setiap anggota keluarga harus turut andil dalam menjaga karakter ataupun perilaku anak. Hal ini akan mengantisipasi tindakan negatif  dimasa pertumbuhan anak hingga dewasa( mengetahui baik dan buruk).
Masyarakat juga memiliki peran dalam pendidikan moral anak. Dimana lingkungan yang positif akan memberikan dampak positif pula terhadap perkembangan anak.  Sehingga, masyarakat dalam hal ini harus saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, juga berpendidikan. Semua dapat diwujudkan hanya dengan kerjasama yang baik.
Selain itu, Sekolah sebagai ladang menimba ilmu juga sangat berperan dalam perkembangan, kualitas perilaku moral anak. Dalam pelaksanaan pengenalan moral maupun kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat diselipkan secara langsung tentang moral. Pendidikan moral akan memberikan keefektifan anak dalam berperilaku. Fungsi dari pendidikan moral ini adalah sebagai pembatas dalam setiap tindakan dan perilaku anak.

Pendidikan Moral Bagian Dari Pendidikan Karakter
   Dalam hal ini pendidikan moral merupakan bagian dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter sendiri tertuang dalam kurikulum 2013. Kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan ini menitikberatkan pada karakter setiap peserta didik yang nantinya diharapkan dapat memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, juga perilaku positif.
Karakter merupakan nilai-nilai prilaku manusia yang berhubungan dnegan Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan uang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat(Kurniawan, 2017:29). Dengan demikian, pendidikan moral pada anak sangatlah penting untuk membangun perilaku atau karakter positif pada anak.
Pembangunan karakter perlu dilakukan oleh manusia. Seperti yang diungkapkan Ellen G. White dalam Kurniawan(2017: 31) mengatakan bahwa pembangunan karakter adalah usaha paling penting yang pernah diberikan kepada manusia. Pembangunan karakter adalah tujuan luar biasa dari sistem pendidikan yang benar. Pendidikan keluarga maupun pendidikan dalam sekolah, orangtua, dan guru tetap sadar bahwa pembangunan tabiat yang agung adalah tugas mereka.
Dapat disimpulkan bahwa, perilaku bermoral sangatlah penting untuk mencetak generasi muda bangsa yang baik juga tangguh. Dan menjadi kewajiban semua pihak baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat untuk andil dalam pendidikan moral anak bangsa. Dengan demikian, dibutuhkan kerjasama yang baik kepada seluruh pihak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CATATANNYARAMADHAN "The World of The Married"

The World of The Married   Akhir-akhir ini banyak orang membicarakannya salahsatu drama korea ini. Semangat nonton drama korea. Yang seked...