Selasa, 26 November 2019

PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN


PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
Pridianti
Administrasi Pendidikan 
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang
Email: pridianti13@gmail.com 




KAZANAH ILMU
Pemimpin merupakan orang yang melakukan kepemimpinan. Sedangkan, kepemimpinan adalah cara yang digunakan pemimpin untuk melaksanakan tugas mengarahkan, membimbing, dan sebagainya guna mencapai tujuan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Tujuan Pendidikan Nasional yang berbunyi “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negera”. Kaitannya, dalam kepemimpinan sekolah harus mengetahui tujuan nasional pendidikan selain visi dan misi sekolah.
Dewasa ini, dunia pendidikan diterpa isu perilaku agresif peserta didik tehadap guru. Tahun 2017 dunia pendidikan diterpa isu atas kematian seorang guru di Madura bernama Budi Santoso yang tewas akibat dianiaya muridnya sendiri (dikutip dari replubika.co.id). Sedangkan, pada tahun 2019 yakni kasus perilaku agresif siswa di SMP PGRI Wiringanom di Gresik yang berani menantang gurunya(www.brilio.net). Padahal, dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, kepala sekolah memiliki peranan penting. Bukan saja sebagai seorang supervisor, kepala sekolah juga harus paham dan mengerti program dan kegiatan apa saja untuk mengembangkan potensi peserta didiknya. Kepribadian, emosi, spiritual dan potensi semua unsur dalam peserta didik harus dikembangkan secara positif.
Kepemimpinan pembelajaran pada hakekatnya memberikan layanan prima kepada peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya disekolah (Nusanti, 2016). Melalui pengalaman dan keterampilan, kepemimpinan kepala sekolah yang dapat menggerakkan dan melakukan pengawasan dengan baik. Kepemimpinan pembelajaran memberikan makna bahwasanya bukan hanya peserta didik dan guru yang menjalankan pembelajaran disekolah, sebaliknya kepala sekolah turut berperan dan aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga, ketika semua pihak andil dalam pembelajaran maka akan tercipta good value sekolah(Nusanti, 2016). Melalui pendekatan-pendekatan yang aktif, kepala sekolah dapat melaksanakan kepemimpinan yang baik.
Kedepannya, kepala sekolah dapat memperhatikan kepemimpinan pembelajaran yang akan mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Pendekatan komunikasi dapat memberikan pemahaman baik kepada guru maupun peserta didik dalam pembelajaran. Bukan hanya itu, perhatian terhadap perkembangan peserta didik, baik dalam aspek emosi, sosial, spiritual dan kepribadian dalam kepemimpinan pembelajaran akan mengoptimalkan pengembangan potensi siswa.

Rumusan Masalah
1.    Bagaimana pendekatan komunikasi yang dilakukan kepala sekolah dalam kegiatan pembelajaran di sekolah?
2.    Bagaimana tingkat konsistensi dalam melakukan pendekatan komunikasi kepemimpinan pembelajaran oleh kepala sekolah?
3.    Bagaimana evaluasi kepemimpinan pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah?


KERANGKA BERFIKIR
Pendekatan Komunikasi
Kepala sekolah bukan hanya harus memiliki keterampilan spiritual, visioner dan sebagainya, kepala sekolah juga harus memiliki keterampilan dalam melaksanakan kepemimpinan pembelajaran. Menurut Tee (Nusanti, 2016) mengatakan bahwa pada dasarnya konsep sekolah sebagai organisasi mendorong siapapun untuk belajar, bukan hanya siswa melainkan guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikanpun turut belajar sesuai bidangnya. Sehingga kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran tidak hanya mengupayakan lulusan dengan nilai yang baik, lebih dari itu kepala sekolah harus menggerakkan agar siswa memiliki pemahaman pembelajaran yang baik.
Upaya-upaya dalam menghasilkan output yang berkualitas melalui kepemimpinan pembelajaran, tentu dilakukan dengan pendekatan yang aktif. Pendekatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dapat dilakukan melalui pendekatan komunikasi, selain pendekatan-pendekatan lainnya. Pendekatan komunikasi pada umumnya digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, meskipun demikian pendekatan komunikasi juga harus diterapkan dalam bidang lain guna memperoleh keberhasilan komunikasi (Fauzi, dkk, 2016). Pendekatan Komunikasi dinilai sebagai pendekatan yang integraf dan memiliki ciri-ciri yang pasti. Pada dasarnya pendekatan komunikasi ini merupakan strategi pada tujuan yang pasti, yakni melatih menggunakan bahasa secara spontanistas dan kreatif(Edi, 2017).
Istilah pendekatan komunikasi pertama muncul di Inggris yakni communicative approach(Edi, 2017). Pendekatan komunikasi berasal dari dua kata, pendekatan dan komunikasi. Pendekatan dapat diartikan sebagai upaya untuk mendekatkan, sedangkan komunikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) online adalah dapat dipahami atau dimengerti oleh seseorang. Pendekatan komunikasi merupakan suatu pendekatan atau cara yang digunakan seseorang guna memperoleh kompetensi komunikasi dalam mencapai tujuan pembelajaran melalui keterampilan berbahasa yakni menulis, berbicara, membaca dan menyimak. Kepala sekolah dalam melaksanakan pendekatan komunikasi hendaknya dapat memperhatikan karakteristik seseorang. Pemahaman karakteristik dapat dilakukan dengan memperhatikan 5W(What, Who, When, Why, and Where) dan 1 H(How). Dengan memperhatikan unsur tersebut, kepala sekolah secara tidak langsung akan memahami karakteristik setiap unsur sekolah dalam melaksanakan kepemimpinan pembelajaran(Fauzi, dkk, 2016).
Analisis 5W dan 1 H memiliki tujuan untuk menentukan siapa dan bagaimana implementasi pendekatan komunikasi dilakukan. Sedangkan menurut Tolla (Edi, 2017) mengatakan bahwa pada dasarnya pendekatan komunikasi memiliki tujuan yakni (a). Menciptakan kompetensi pada tujuan pembelajaran bahasa dan; (b). Mengembangkan keterampilan berbahasa baik berbicara, membaca, menulis maupun menyimak.

Konsistensi Pendekatan Komunikasi Kepemimpinan Pembelajaran
Mutu pendidikan banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, infrastruktur bahkan kepemimpinan. Kepala sekolah melalui kepemimpinan pembelajaran harus aktif dalam usaha melakukan pengawasan terhadap sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran. Dalam sebuah penelitian yang berjudul Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran mengatakan bahwa keberhasilan dalam pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kesiapan sekolah dalam mengembangkan kurikulum, fasilitas atau perlengkapan, kesiapan guru, karyawan dan kepala sekolah (Triyanto, dkk., 2013). Kesiapan sumber daya manusia, utamanya kepala sekolah sebagai pemimpin harus menjadi perhitungan awal dalam melaksanakan pembelajaran yang sukses. Hal ini membutuhkan sikap konsistensi kepala sekolah dengan dukungan positif dari guru maupun karyawan lainnya bahkan masyarakatpun turut andil.
Konsistensi berasal dari kata konsisten yang berarti stabil. Konsistensi merupakan pendekatan yang dilakukan secara terus menerus atau berulang-ulang guna mencapai tujuan. Konsistensi memberikan pengaruh positif jika konsistensi yang dilakukan bernilai positif. Konsistensi bukan hanya dalam bentuk perilaku sosial melainkan juga harus menuai secara sinkron ucapan dengan tindakan. Menurut Pace dan Faules (Suryana, 2010) mengatakan bahwa melalui pendekatan komunikasi kepala sekolah telah berupaya untuk membantu orang lain guna mencapai tujuan sekolah. Selain itu konsistensi menurut Gaffar dan teman-temannya (Suryana, 2010) mengatakan bahwa pendekatan komunikasi untuk menggerakkan pendidik dalam pembelajaran harus diarahkan pada beberapa hal diantaranya yakni:
a.       Memahami makna seorang pemimpin
b.      Memahami karakter dan keinginan dari setiap pendidik dalam sekolah untuk meningkatkan dan melakukan pengembangan pembelajaran.
c.       Menghasilkan suatu tindakan, maksudnya adalah dalam melaksanakan kepemimpinannya kepala sekolah harus memahami apa yang diperlukan dalam melakukan suatu tindakan dalam menunjang pelaksanaan pembelajaran.
Konsistensi kepala sekolah membawa esensi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Kepala sekolah merupakan orang yang benar-benar seorang pemimpin, seorang inovator. Sehingga salahsatu kunci keberhasilan sekolah adalah kualitas kepemimpinan kepala sekolah melalui konsistensi kepemimpinan(Suryana, 2010:1). Konsisitensi akan memberikan kolaborasi yang baik antara kepala sekolah, guru pun tenaga kependidikan guna menunjang pembelajaran.

Evaluasi Kepemimpinan Pembelajaran
Melalui kepemimpinan pembelajaran, kepala sekolah turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas belajar dan prestasi peserta didik. Bukan hanya peserta didik, kepala sekolah juga berperan dalam menggerakkan dan melakukan pengawasan terhadap kinerja guru disekolah guna mencapai pembelajaran yang aktif dan bermanfaat. Lebih jauh, setiap individu dalam melaksanakan tujuan yang telah disepakati harus bersama-sama menciptakan organisasi pembelajar. Organisasi pembelajar adalah terwujudnya masyarakat pembelajar dalam organisasi tersebut, berkaitan terhadap tugas-tugas maupun belajar memahami keinginan setiap orang.
Evaluasi merupakan suatu kegiatan penilaian guna mengetahui pelaksanaan dari sebuah program atau kegiatan yang dijalankan. Menurut Guba dan Lincoln  (Arifin, 2012) mengatakan bahwa evaluasi merupakan suatu proses yang mana terdapat pertimbangan dan atau keputusan suatu nilai dari pengamatan, latar belakang dan pelatihan dari evaluator. Sedangkan, Menurut  Sax (Arifin, 2012) mengemukakan tujuan evaluasi adalah“selection, placement, diagnosis and remediation, feedback : norm-referenced and criterion-referenced interpretation, motivation and guidance of learning, program and curriculum improvement : formative and summative evaluations, and theory development”. Evaluasi pembelajaran harus melibatkan banyak pihak seperti kepala sekolah, pendidik, komite dan masyarakat guna memperoleh banyak masukan atau gagasan terkait pembelajaran. Evaluasi kinerja kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dapat dilihat dari beberapa hal yakni; (1) Prestasi peserta didik; (2) Prestasi Guru; (3)Teknik Evaluasi rapat kerja sekolah.
Kepemimpinan pendidikan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam meningkatkan kesempatan mengadakan pertemuan dengan pendidik maupun kependidikan guna terkait pembelajaran secara kondusif & efektif(Triyanto, dkk., 2013). Keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan dan evaluasi kepemimpinan kepala sekolah juga perlu dilakukan. Dengan demikian, kepala sekolah akan mendapatkan masukan-masukan positif untuk mengembangkan dirinya dalam mencapai tujuan sekolah dan menggerakkan sumber daya manusia. Pelaksanaan evaluasi kepemimpinan kepala sekolah dapat dilakukan berdasar pada sikap kekeluargaan maupun formal. Rasa kekeluargaan akan memberikan kedekatan yang baik dan membangun rasa saling memiliki dalam mencapai tujuan sekolah yang telah disepakati. Evaluasi menghadirkan gagasan-gagasan baru dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang inovatif dibawah kepemimpinan kepala sekolah. Kolaborasi yang tepat akan membawa kebijakan yang tepat sasaran.



PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya upaya pendekatan komunikasi secara konsisten yang dilakukan kepala sekolah sebagai kepemimpinan pembelajarab disekolah. Pendekatan komunikasi kepala sekolah dalam pengembangan SDM yakni guru, terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran disekolah.  Menurut Bapak Musthafa selaku kepala sekolah SMP Negeri 17 Malang mengatakan bahwa pendekatan komunikasi yang dilakukan bersifat kekeluargaan. Artinya kepala sekolah tidak melakukan pendekatan secara formal, guru dipanggil ke dalam ruangan untuk melakukan pembahasan terkait pembelajaran. Pendekatan yang dilakukan oleh Bapak Musthofa pada satu bulan terkahir adalah kurang lebih 4(empat) kali. Pendekatan secara formal dilakukan melalui kegiatan MGMP, guru di tunjuk mengikuti seminar, dsb  Kelebihan dari pendekatan komunikasi adalah kepala sekolah dan guru dapat memiliki rasa kekeluargaan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan menurut Bapak Musthafa mengatakan bahwa untuk kelemahan atau hambatan dalam pendekatan komunikasi tidak mengalami hambatan yang berarti. Artinya dalam melakukan tugas, pokok dan fungsi guru telah diatur sebagaimana dalam peraturan yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Sehingga, kepala sekolah hanya perlu melakukan pengawasan(supervisi), melakukan pengembangan dan menggerakkan sumber daya manusia sesuai tupoksi(tugas,pokok dan fungsi).
Penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat konsistensi kepala sekolah dalam melakukan pendekatan komunikasi memiliki hasil yang baik. Menurut Ibu Muntiani Rohmah selaku guru IPA(Ilmu Pengetahuan Alam) mengatakan bahwa tingkat konsistensi kepala sekolah dalam melakukan pendekatan komunikasi dilakukan melalui briefing atau dilakukan dengan melakukan komunikasi aktif baik secara langsung maupun melalui media komunikasi elektronik. Breifing yang dilakukan dengan penyesuaian kebutuhan, artinya dapat dilakukan sebelum pembelajaran dimulai atau dilakukan pada jam istirahat. Hal ini dilakukan sebagai upaya kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah dengan melakukan briefing. Hal yang sama dikatakan oleh seorang peserta didik bernama sifaul Fajri(siswi kelas 8) yang mengatakan bahwa, kepala sekolah sering melakukan kunjungan kelas untuk mengetahui pemahaman dan tingkat kreativitas guru dalam melakukan pembelajaran. Sehingga, jika guru mengalami kesulitan kepala sekolah dapat memberikan masukkan atau bantuan. Hal ini mengindikasikan bahwa konsistensi kepala sekolah memiliki kinerja yang baik sebagai pemimpin pembelajaran Sedangkan, evaluasi dilakukan baik secara formal maupun non-formal. Kegiatan formal dilakukan dengan rapat yang melibatkan guru atau pendidik terkait pelaksanaan pembelajaran dengan keseuaian RPP. Sedangkan non-formal dilakukan dengan melakukan komunikasi yang bersifat kekeluargaan. Hasil evaluasi kepemimpinan pembelajaran juga melibatkan pada prestasi siswa dan pendidik.
Upaya kepala sekolah di SMP Negeri 17 Malang sebagai kepemimpinan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah konsistensi. Implementasi konsistensi yakni melakukan kunjungan kekelas-kelas, briefing juga melakukan evaluasi dengan pendekatan komunikasi yang bersifat kekeluargaan. Seperti yang telah disampaikan diatas bahwasanya dengan melaksanakan pendekatan komunikasi yang berasas kekeluargaan akan memberikan pengaruh terhadap pemahaman karakteristik seseorang (Fauzi, dkk. 2016:479). Pendekatan komunikasi menekankan pada komunikasi. Komunikasi yang baik adalah yang dapat diterima dan dijawab oleh komunikan. Sehingga diperoleh komunikasi yang aktif


Konsistensi memberikan pengaruh yang baik kepada pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Meskipun demikian, pendidik juga harus memiliki motivasi dalam diri. Motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online yakni dorongan yang timbul dalam diri sesorang baik secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu kegiatan. Sebab itulah, pendidik harus memiliki motivasi internal. Begitupun kepala sekolah harus memiliki motivasi yang tinggi dan bersifat terbuka atau demokratis terhadap masukan dan kritik baik dari pendidik maupun dari orangtua siswa. Pelaksanaan evaluasi dalam kepemimpinan pembelajaran harus melibatkan setiap sumber daya yang ada utamanya pendidik sebagai pelaku utama dalam melaksanakan pembelajaran. Keberhasilan seorang pemimpin berkaitan dengan bagaimana tingkat kepedulian pemimpin dalam dua orientasi yakni apa yang dicapai organisasi dan pembinaan terhadap organisasi(Wahjosumidjo, 2007).
 Lebih jauh, dalam menciptakan pembelajaran yang berhasil kepala sekolah dapat memainkan peran kolaborasi. Maksudnya, kepala sekolah bersama dengan peserta didik dan guru berkolaborasi yang tepat untuk menghasilkan perspektif atau pandangan yang sama dalam mencapai visi dan misi sekolah(Ramdani, 2018:73). Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh kepala sekolah adalah bagaimana kepala sekolah mampu menciptakan suasana belajar yang efektif dan koordinasi yang harmonis dengan para guru. Kepala sekolah memiliki tanggungjawab legal untuk mengambangkan staf, kurikulum dan pelaksanaan pendidikan disekolah. Kepala sekolah harus memperhatikan efektivitas kepemimpinan dengan menjaga kolaborasi mereka (Wardani, 2015). Bukan hanya itu, kolaborasi harus menumbuhkan tipe kepemimpinan yang transformasional dibandingkan hanya manajerial atau instruksional(Ramdani, 2018). Sehingga, Sumber daya manusia dalam memegang peran penting untuk mengupayakan tujuan pendidikan begitupun kepala sekolah harus mengupayakan hubungan harmonis kepada sumber daya yang ada guna mencapai tujuan, visi dan misi sekolah.

KESIMPULAN
Pendekatan komunikasi memberikan hubungan pada sifat kekeluargaan antara kepala sekolah bersama dengan pendidik dalam pembelajaran. Pendekatan komunikasi erat hubungannya pada suatu pendekatan atau cara yang digunakan seseorang guna memperoleh kompetensi komunikasi guna mencapai tujuan pembelajaran melalui keterampilan berbahasa yakni menulis, berbicara, membaca dan menyimak. Pendekatan yang dilakukan Kepala Sekolah SMP Negeri 17 Malang memiliki konsistensi yang baik. Kegiatan briefing dan kunjungan kelas dilakukan guna mengetahui perkembangan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Bukan hanya itu, komunikasi yang dibangun kepala sekolah bersifat formal maupun non-formal dan memanfaatkan media elektronik. Hal ini akan membawa dampak positif dalam implementasi kepemimpinan dan mencapai tujuan. Dengan demikian, pembelajaran akan memperoleh output yang berkualitas.


DAFTAR RUJUKAN

Arifin, Z., 2012. Evaluasi Pembelajaran. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemetrian Agama.
Edi, R., 2017. Pendekatan Komunikasi (al Madkhol al-Ittisholi)  dalam Pembelajaran Bahasa Arab. IAIN Raden Intan Lampung.
Fauzi, dkk, F., 2016. Kepemimpinan Pembelajaran Melalui Pendekatan Komunikasi. Univ. Sebel. Maret, Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan.
Firmansyah. 2018. Siswa Pembunuh Guru Budi Terancam Pasal Berlapis. Online. Diakses pada 3 Maret 2019.https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/02/08/p3u0rz377-siswa-pembunuh-guru-budi-terancam-pasal-berlapis
Kamus Besar Bahasa Indonesia . Online. http://kamusbahasaindonesia.org/motivasi. Diakses pada 13 Maret 2019.
Mahardikengrat. 2019. Viral, Siswa SMP Ini Lawan Guru Karena Ketahuan Merokok. Online. Diakses pada 3 Maret 2019. https://www.brilio.net/duh/viral-siswa-smp-ini-lawan-guru-karena-ketahuan-merokok-di-kelas-190210y.html
Nusanti, I., 2016. Kepemimpinan pembelajaran. Widyaiswara PPPPTK Seni Dan Budaya Yogyakarta.
Ramdani, Z., 2018. Kolaborasi Antara Kepala Sekolah, Guru dan Siswa Dalam Menciptakan Sistem Pendidikan yang Berkualitas. PROSIDING 1st National Conference on Educational Assessment and Polic.
Triyanto, dkk., E., 2013. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran. J. Teknol. Pendidik., No 2, Vo;.1.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Tujuan Pendidikan Nasional.
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
Wahjosumidjo, W., 2007. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya, 1st ed. PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Wardani, L., 2015. Pengaruh Kerpemimpinan, Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Guru SMP Negeri Kota Tegal. Univ. Dian Nuswantoro Semarang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CATATANNYARAMADHAN "The World of The Married"

The World of The Married   Akhir-akhir ini banyak orang membicarakannya salahsatu drama korea ini. Semangat nonton drama korea. Yang seked...