Menjadi seorang penulis adalah cerita dan proses yang panjang.
Seperti saya, yang saat ini sedang tekun-tekunnya untuk selalu belajar sebagai
seorang penulis.
Ditahun 2018 ini saya memutuskan untuk mencintai dunia sastra.
Berawal dari membaca buku dan menulis diary saya memutuskan untuk
menekuni diri sebagai seorang penulis sejati. Dibalik menjadi seorang penulis
yang hebat, ternyata membutuhkan pikiran dan waktu yang amat panjang. Pasalnya,
saya merupakan pribadi yang tidak menyukai kebisingan maupun keramain, karena
itu saya membutuhkan ketenangan ketika menulis. Saat kebisingan atau kegaduhan
datang, emosi negatif dalam diri saya muncul . Amarah dan ide kreatif seketika
hilang begitu saja, akibatnya timbulah emosi itu. Sehingga, ketika ada orang
yang menganggu saya ketika menulis saya memilih membuang nafas. Karena saat
membuang nafas tersebut emosi negatif yang muncul dan kepenatan dalam menulis,
akan sedikit terkurangi dengan dikeluarkannya nafas. Selain itu yang saya rasakan
adalah badan terasa ringan.
Sebagai penulis awal, saya sudah mengikuti beberapa kali lomba
menulis seperti cipta puisi aupun cerpen. Meskipun saya belum menjadi juara dalam lomba tersebut namun, hal
itu memberikan saya pengalaman yang amat berharga. Berikut ini saya berikan
beberapa tips kepada penulis pemula, sebagai beriku
1.
Minum
air putih
Air putih memiliki banyak sekali manfaat, salah satunya adalah
membuat pikiran rileks dan tenang. Sebagai penulis pemula, saya pribadi akan
memiliki rasa menggebu-nggebu dalam belajar. Namun, hal ini harus diimbangi
dengan kondisi tubuh yang stamina. Untuk itu, banyak minum air putih akan
membuat pikiran tenang, dan badan akan stamina. Namun, jika badan lelah
sebaiknya harus istirahat.
2.
Istirahat
Istirahat yang cukup akan membuat otak semakin fresh dalam
bekerja. Selain itu, membuat jiwa semakin giat dalam menulis.
3.
Pelan
tapi pasti dan keinginan belajar.
Rasa menggebu juga semangat yang tinggi, pasti dimiliki oleh setiap
penulis. Namun, ketika menulis alangkah baiknya bila dilakukan dengan pelan
namun pasti. Karena pada dasarnya setiap individu memiliki jam bosan pada diri sendiri.
Rasa pelan da pasti ini juga harus diimbangi dengan keinginan untuk terus
belajar. Hal itu harus benar-benar dipupuk dalam jiwa juga hati.
4.
Yakin,
bisa!
Pertama kali saya mengikuti event lomba menulis, saya begitu yakin bila karya saya akan menang. Namun, ternyata idak demikian.Usaha saya belum membuahkan hasil. Namun demikian, bukan sebagai alasan untuk berhenti membuat karya dan belajar. Justru sebaliknya, saya semakin semangat untuk belajar, dan terus belajar. Keyakinan juga rasa percaya diri yang tinggi akan membuat seluruh dunia akan takluk.
Pertama kali saya mengikuti event lomba menulis, saya begitu yakin bila karya saya akan menang. Namun, ternyata idak demikian.Usaha saya belum membuahkan hasil. Namun demikian, bukan sebagai alasan untuk berhenti membuat karya dan belajar. Justru sebaliknya, saya semakin semangat untuk belajar, dan terus belajar. Keyakinan juga rasa percaya diri yang tinggi akan membuat seluruh dunia akan takluk.
5.
Cermat
Selain mengasah pikiran, menjadi seorang penulis harus cermat.
Sehingga, pembaca dapat memahami apa
yang ditulis oleh penulis. Seringkali saya melewatkan hal itu, ketelitian
maupun kecermatan memang harus dimiliki oleh seorang penulis.
Demikianlah, tulisan saya mengenai tips juga sedikit cerita
mengenai proses menulis saya. Semua saya tulis berdasarkan pengalaman saya.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar